i'm Satria

  • Archive
  • RSS
  • Ask me anything
  • Submit

hipyourhop.wordpress.com

  • sebuah keberuntungan buat gw belajar di jurusan Jurnalistik dan mendapatkan ilmu dari perkembangan media baru. gak ada angin gak ada apa, tau-tau terpikir buat blog musik. namun, gak cuma musik aja akhirnya. ada juga yang lainnya, tapi masih agak berantakan. sekarang yang baru keluar juga masih artikel belaka.. hahaa
  • 8 months ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet

blog baru saya haha

jadi blog ini berisi tentang berita dan artikel tentang musik, film, kemudian ada juga resensi buku serta memberikan informasi tentang harga-harga buku yang menarik untuk dibaca.. follow @hipyourhop

  • 8 months ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet

just follow my tumblr haha

  • setelah mendapatkan ide yang menurut saya cemerlang, akhirnya saya memutuskan untuk memposting 'lost news' yang tidak tayang, baik yang sudah ditulis oleh saya maupun teman-teman saya yang sudah menulis fakta-fakta menarik yang tidak terlihat oleh "orang lain" tentang musisi maupun hal lainnya : p
  • 9 months ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet

interview with @erixonsihite


 

1.       Pertama kali ikut acara gigs dimana?kafe atau dig or?

 

secara pribadi saya pertama kali ikut gigs pada saat saya smu kelas satu kalau tidak salah. tetapi saat bersama march, panggung pertama ialah pada tahun 2005 dan sekaligus panggung pertama di cafe. Namanya avenue cafe di hotel sari pan pacific. 

 

 

2.       Kafe ato tempat gigs paling berkesan dimana?

 

Begitu banyak hal berkesan dari tiap venue saat MARCH manggung. Seperti saat di Intro cafe kemang, ada yang lompat dari lantai 2 ke mosh pit di lantai 1. Maroti, dan saya lupa dulu ada satu cafe yang sekarang bernama The Rock cafe di kemang, saat manggung di braga bandung, dsb.. atau bahkan saat Javarockingland kemarin, penonton yang seru dan teman - teman yang seru pula. Saya sampai bingung mana yang paling berkesan. Karena setiap tempat seakan punya cerita dan pengalaman seru masing - masing.

 

Tetapi, bagi saya pribadi, kafe yang jadi tempat paling berkesan ialah splash kemang di tahun 2005. bayangkan saja, sehari sebelum manggung saya kecelakaan motor. akibatnya waktu itu tangan kanan saya bengkak dan pendarahan. akhirnya pada saat manggung tangan kanan saya di perban dan agak - agak harus ditahanlah sakitnya tiap kali stick menghantam drumhead atau cymbal. beruntung di lagu - lagu berikutnya tangan saya sudah cukup stabil dan perbannya di lepas satu persatu karena menggangu permainan drum saya.

Akhirnya manggungnya sukses. Tapi ternyata setelah saya minta jacket saya dari seorang teman, ternyata handphone saya yang ada di dalam jacket tersebut ilang entah kemana. Benar - benar komplit perasaan saya malam itu. hahaha..

 

 

3.       Dulu sering kumpul sama band apa aja?

 

Banyak. Karena dulu banyak teman - teman kita yang satu tongkrongan juga. Mulai dari seems like yesterday, the bones, friends of mine, dsb.. tapi ten

tunya yang paling dekat sama MARCH ialah ARCK. Saya jadi ingat, dulu kita sering banget manggung bareng. Kemana - kemana sepertinya tiap acara, nama MARCH & ARCK itu sudah bagaikan sebuah paket hemat. Hahahaha…

Dan tentunya saya sangat bahagia, karena setelah sekian tahun berjalan dan walau sudah tidak seaktif dulu. Saya melihat anak - anak sudah sukses satu persatu di bidangnya masing - masing. Dan pertemanan di antara kami semakin erat adanya. :)

 

4.       Ada kenangan terburuk atau terindah gak kalo manggung di kafe gitu?

 

Yaa.. banyak yah kalau kita ngomongin hal seperti ini. Hal indah tentunya ialah saat penonton moshing di mosh pit dan sambil sing along lagu kita.

 

Kalau hal buruknya sih ya paling seperti sound atau alat - alat panggungnya kurang layak untuk dimainkan. Alhasil ya sound dan penampilan jadi kurang maksimal. Tapi untuk yang ini, saya rasa kan itu banyak hal pertimbangannya juga. Karena saya tau, tidaklah segampang itu untuk buat acara dan sediakan budget2 yang ada untuk membuat acara yang meriah. Apalagi jika konsep acarnya untuk have fun oleh eo-nya. Ya.. the show must go on dan hajarlah! hahaha..

 

5.       Apa aja menurut lo manfaat dari gigs di kafe-kafe?

 

Ya tentunya manfaatnya banyak. Salah satunya ialah supaya band -band yang berjuang di komunitas ini bisa di dengar. Mereka bisa kasih tau bahwa mereka ada, mereka pengen kasih tau bahwa mereka BISA untuk bermusik dan beraksi di panggung. Dan tentunya ialah bisa mewujudkan secercah impian atau penyaluran hasrat tersendiri.

 

Dilain sisi, kalau ada acara terus kan kembalinya ke komunitas juga. Jadinya komunitas tetap eksis. Dan dari komunitas terjalin pertemanan. Dari pertemanan, silahkan dilanjutkan mau kemana… mau ngeband bareng, tambah kenalan dan relasi, bisnis bareng dsb.. :)

 

6.       Menurut lo semakin sering atau malah berkurang acara gigs metal sekarang?

 

Untuk di daerah Jakarta sendiri..Saya rasa justru semakin sering yah. Hal ini juga semakin memicu makin banyaknya band -band baru yang keren pula baik dari segi musik atau showmanshipnya. Kondisi saat ini sudah in the right track. Semoga bisa terus begini, dan semoga semakin maju kondisi di scene ini. 

 

 

7.       Apa pesan untuk band-band indie yang mengawali karir bermusiknya di kafe-kafe?

 

Hahaha.. apa yah..

 

Intinya ingat 3 P lah.. hehehe.. Practice, Perseverance and Patience..

 

Juga.. Yah, kalau saya boleh menambahkan detail sedikit.. saran saya ialah berlatihlah bermain musik yang baik dan benar.  Karena dilain sisi, tugas seorang musisi selain sebagai seniman, mereka juga bertindak sebagai seorang entertainer. Dari sisi apa mereka akan bisa menghibur yah banyak faktornya, apakah musiknya, wardrobenya, attitudenya, lyricnya, gimmick2 penting sampai ga penting.. dsb dsb… 

  • 9 months ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet

@armyofantarctic : Talenta musik indie Indonesia berbahaya seperti kita (by @mditoo)

Beberapa waktu lalu, ada sebuah event yang bertemakan “Tribute To Blink 182”, tepatnya Minggu (3/7). Salah satu band yang mengisi acara tersebut adalah Army Of Antarctic, yang digawangi oleh Agam (vocal), Dioma (Drum), Tyo (Bass) dan Hendy (Gitar). Kami, Indiebandung, berkesempatan mewawancarai salah satu personilnya, yaitu Dioma (drummer). Berikut perbincangan kami dengan Dioma :

 

Apa harapan Army Of Antarctic bisa mengisi acara event Tribute To Blink 182?

Pastinya seluruh pendengar musik pop punk itu tuh animo pendengar Blink 182 dan di Indonesia tuh sangat besar. Pertama semoga band legendaris yang sempat bubar dan reuni kembali itu datang ke Indonesia dan punya atensi dengan masyarakat Indonesia yang suka sama Blink 182. Terlebih lagi Blink 182 udah menjadi kiblat Army Of Antarctic dalam bermusik.

AOA lagi sibuk apa sekarang?

Kita lagi sibuk bikin mini album. Proses rekaman, mixing sama artwork udah selesai. Tinggal proses produksi CD aja nih.

Tema albumnya tentang apa?

Tema albumnnya tuh comforts of home. Maksudnya kenyamanan rumah yang selalu bikin kita kangen sama orang-orang yang ada dalam kehidupan kita. Liriknya sih bercerita tentang kehidupan sehari-hari.

Judul mini albumnya apa?

Nama judul albumnya tuh A Faraway Look.

Maksudnya apa sih?

A Faraway Look itu tuh yang bikin gitaris kita, si Hendy. Doi kan kuliah di Australia, kalau lagi daydreaming gitu suka kangen sama rumah.

Dedikasi album itu untuk siapa? 

Buat orang-orang yang selama ini udah dengerin lagu kita sejak lama dan mau datang ke setiap kita main, itu sih yang paling kita tunjukin.

Harapan ke depannya untuk mini album kalian?

Yang pasti sih biar orang tau musik AOA sendiri seperti apa. Musik kita tuh pencampuran dari banyak genre yang kita dengerin melebur jadi musik rock ala AOA, soalnya dari punk, rock, psychadelic, blues, ska dan pop, kita semua setiap personil dengerin lagu-lagu yang berbeda-beda, jadi musik AOA benar-benar beragam.

Apa harapan AOA kedepan?

Hmmm apa ya? Paling tidak biarpun kita masih band kecil tapi punya keinginan agar musik Indonesia juga kayak di luar negeri. gak cuma gini–gini aja, biar orang–orang di industri musik lebih sadar dengan talenta–talenta musisi indie Indonesia yang berbahaya seperti kita gini (sambil tertawa). Oiya satu lagi nih yang mau dengerin lagu–lagu Army Of Antarctic ada di www.purevolume.com/aoaofficial

 

Sekian cerita dari Dioma sang drummer Army Of Antarctic yang pernah bermain bareng bersama New Found Glory sewaktu mereka berkunjung ke Jakarta.

  • 9 months ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet

Lale (@Lalepsi): Musik March dengan Maliq Memang Jauh Berbeda

  • 9 months ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet

Rudye (@Rudyesic), “Music is Music and I love All Kinds of Music”

Rudye saat ditemui di Crooz, Mei 2011 (by Satria Perdana)

Sebutan multitalent mungkin memang cocok diberikan kepada Rudy Nugraha a.k.a Rudye. Keluar dari Thirteen beberapa waktu lalu dan menjadi additional keyboard untuk Killing Me Inside, kini Rudye tengah merintis karirnya sebagai penyanyi solo. Iseng mengupload video-video cover penyanyi asing secara solo maupun bersama temannya dan lagu-lagu yang ia ciptakan sendiri, sekitar 2010 lalu, kini ia jadi lebih mudah banyak dikenal orang banyak.

             Meski sedang sibuk promo lagu di beberapa radio dan membantu Killing Me Inside mempersiapkan album berikutnya, Rudye masih berkesempatan untuk berbincang dengan saya, Satria. Berikut adalah perbincangan kami..

1.       Kenapa lo suka mengupload lagu-lagu cover dalam bentuk video? 

Awalnya sih iseng iseng doang. Karena nggak ada kerjaan. Ternyata responnya lumayan bagus dari yang menonton. Jadinya mulai deh mencoba bikin video dengan kualitas bagus seperti covernya “love the way you lie”. Cuma karena alatnya minjem, jadi cuma bisa bikin yang begitu sekali-kali saja hehe

2.       Sejauh ini seperti apa tanggapan terhadap video-video tersebut?

Ya tanggapan sih bermacam-macam. Mulai dari yang suka banget sampai yang nggak sukapun ya ada. Namanya juga dunia kan selalu ada dua sisi :D 

3.       Ada kesibukan lain selain menjadi additional Killing Me Inside dan jadi penyanyi solo?

Kesibukan lain sih paling bantu-bantu kerjaan om biarpun jarang, karena kebetulan bulan ini lagi banyak promo untuk lagu religi saya itu. 

4.       Bagaimana awalnya bisa jadi additional keyboard untuk Killing Me Inside?

Awalnya sih waktu Agung mengundurkan diri dari posisi bassist. Gua ditawarin untuk jadi additionalnya. Tapi berhubung gua kurang pas main bass, akhirnya jadi main keyboard deh (sambil tertawa)

5.       Kalau ada tanggapan-tanggapan yang kurang menyenangkan sejak menjadi additional Killing Me, bagaimana lo mengatasinya?

Sejauh ini sih belum ada, tapi kalau ada yah itu hak mereka menilai sih dan gua sih gak akan melarang mereka berkomentar (sambil tertawa)

6.       Bagaimana mengatasi pro-kontra yang ada sejak lo resign dari Thirteen?

Pro-kontranya sih gak banyak ya. Jadi gua sih adem-adem saja. Sejauh ini kalaupun ada yang menghubung-hubungkan kepergian gua dari Thirteen dengan hal-hal yang menurut gua tidak benar, ya pasti gua coba jelasin ke orang yang bertanya 

7.       Seberapa besar peran Thirteen, band yang sudah membuat lo dikenal orang banyak?

Thirteen sendiri itu berperan sangat besar. Karena waktu itu gua udah hampir berhenti ngeband, tapi tiba-tiba Thirteen tidak disangka malah disukai banyak orang. Jadi hal itu membuat gua semangat lagi bermusik dan belajar musik tentunya 

8.       Sekarang kan lo sudah mulai sering tampil solo, apa yang membuat lo memutuskan untuk menjadi penyanyi solo?

Sebenarnya ini murni dukungan dari teman-teman. Karena awalnya gua kepingin bikin band aja gitu, tapi kata teman-teman “mending elo solo aja” dan karena yang ngomong sudah banyak, jadi ya gua coba aja dulu (sambil tertawa)

9.       Sejak kapan lo merencanakan untuk menjadi penyanyi solo? Dan genrenya ke arah apa?

Gak pernah kepikiran tuh jujur aja. Soalnya gua dulu sebenernya pengen jadi drummer (tertawa). Kalau untuk yang solo ini sih macam-macam, tapi kedepannya mungkin mengarah ke rock dan pop

10.   Dari beberapa lagu yang lo ciptakan sendiri ketika masih di Thirteen, seperti love in the air, langit dan beberapa lagu lainnya, apakah ada rencana membuat album dalam waktu dekat?

Kalau dalam waktu dekat sepertinya belum sih, tapi kan gak tahu kali aja tahun depan keluar (tertawa), jadi ditunggu saja 

11.   Bila nanti ada pro-kontra dalam masalah genre dalam album atau musik lo ke depannya, bagaimana lo akan mengatasinya?

Ya balik ke quote  gua, “music is music and I love all kinds of music”, karena gua suka musik bukan dari genrenya, tapi dari apa yang bisa menyentuh emosi gua saja

12.    Bagaimana pendapat lo dengan adanya pergeseran genre scene musik indie yang berpindah ke mainstream?

Gak ada salahnya kok. Karena musik itu selalu berubah-ubah dan berevolusi. Seperti band-band metal diluar yang mengawali karir di dunia indie, kemudian ditarik label-label mainstream besar di Amerika sana. Mungkin yang membedakan cuma persepsi kita tentang mainstream itu sendiri

             Itulah perbincangan kami dengan Rudye yang selalu mendapatkan dukungan dari Kakak serta Keluarganya dalam berkarir di dunia musik. Mungkin quotenya“music is music and I love all kinds of music” bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih menghargai setiap karya dari band-band yang ada di Indonesia ini. Semoga kita dapat belajar untuk lebih mencintai musik Indonesia!

  • 9 months ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet
muka besar si @hayyumajiida
Pop-upView Separately

muka besar si @hayyumajiida

  • 9 months ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet
  • 9 months ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet
  • 9 months ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet
← Newer • Older →
Page 1 of 10

About

Avatar i'm not perfect..
the perfect one's GOD

Pages

  • http://www.indiebandung.com/

Twitter

loading tweets…

Following

  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask me anything
  • Submit
  • Mobile

Effector Theme by Carlo Franco.

Powered by Tumblr